Klarifikasi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Atas nama seluruh pengurus , kami mohon maaf atas berita-berita yang tidak menyenangkan yang berkembang saat ini.

Perkenankan kami memberikan KLARIFIKASI atas issue-isue yang berkembang :

  1. Di Panti kami TIDAK ADA JUAL BELI ANAK, hampir  semua anak-anak asuh yang ada sudah kami rawat dan bina sejak bayi hingga kini Alhamdulillah sudah ada yang sekolah di tingkat SMK. Dari beberapa bayi yang ada di Panti kami, ada diantaranya yang memang dititipkan orang tuanya. Bagi Orang tua yang mampu, mereka membiayai semua biaya hidup si bayi dan memberi uang jasa perawatan yang kami pergunakan untuk membantu biaya makan anak-anak asuh kami.
  2. Semua dokumen Izin Panti lengkap dan resmi dan masih berlaku , baik dari tingkat Daerah Bogor maupun tingkat Propinsi.
    (Izin kota Bogor & propinsi Jawa Barat).
  3. 3 bayi yang saat itu dibawa paksa ke Rumah Sakit tanpa persetujuan kami, terbukti berdasarkan surat keterangan dokter saat itu juga  bahwa  2 bayi perempuan dalam keadaan sehat dengan Berat Badan yang sudh jauh bertambah dibanding ketika lahir dan 1 bayi laki-laki dalam keadaan ‘kuning’ karena memang bayi laki tsb. baru 1 hari dititip  di Panti oleh orang tuanya dan untuk bayi yg proses kelahirannya dibantu oleh ‘Dukun Beranak’ yg memang prosesnya tdk terjamin steril adalah wajar bila bayi baru lahir “kuning” dan hanya perlu di teraphy jemur sinar matahari pagi intensif atau disinar dalam inkubator.
    (ket Dokter by Diah + Annisa).
  4. Saat itu yang ditemukan di Panti PH 1, jl Roda, hanya ada 3 bayi karena anak-anak asuh kami yang besar sedang diajak berlibur ke Taman Matahari oleh beberapa pengasuh yang lain. Ke 3 bayi saat itu hanya ditemani oleh 1 pengasuh setia yang memang sudah sangat berpengalaman dalam mengasuh bayi sementara 1 pengurus Panti sedang pergi sebentar untuk bayar Telkom.
  5. Isue ada 120 anak di Panti kami, mungkin diambil dari data beberapa tahun yang lalu.Panti kami adalah Panti yang bergerak untuk menyantuni anak terlantar dan juga jompo/manula. Dan jumlah tersebut adalah sudah termasuk seluruh anak-anak asuh binaan kami baik di dalam Panti dan Non Panti juga termasuk para Jompo/ Manula.
  6. Mengenai Panti kami yg di. Jl. Roda, memang kondisinya sangat memprihatinkan karena keterbatasan dan kedepannya kami memang sudah berencana untuk pindah ke Panti Permata Hati 2 yg di jl. Mushola 41`,Bogor. Apalagi kami memang sudah dapat Surat Resmi dari SEKDA Bogor pada bulan Maret untuk digusur dan akan dijadikan Puskemas. Namun kami masih menunggu tanggapan selanjutnya atas surat yang kami ajukan ke Balaikota, dan  sedikit-sedikit kami sudah membenahi kondisi Panti 2 di jl. Mushola 41, Kopem, Kedung Halang, Bogor.
  7. Issue ini berkembang karena awalnya ada pengaduan dari Sdri. Dyah Ayu Maliana SE  ke KPAI yang mengadu atas tuntutan bayinya di sembuyikan dan dipisahkan oleh Panti. Hal tsb TIDAK BENAR , Panti kami terbuka bagi siapapun yang ingin berkunjung , tanpa menyembunyikan apapun terbukti bayi Sdri, Dyah ada dan merupakan salah satu dari bayi perempuan sehat yang saat itu dibawa paksa ke RS Islam. Awalnya Sdri. Dyah memang mengirim email 2 x ke Panti untuk dibantu biaya melahirkan bayi yg  dikandung  dan berniat menyerahkan bayi tsb bila lahir selamat kepada Panti untuk dicarikan Orang Tua Asuh. Saat itu Panti tidak terlalu menanggapi karena kami pikir Sdri. Dyah bukan benar-benar orang yg tidak mampu karena masih bisa bulak-balik ke Warnet. Sampai suatu ketika Panti dihubungi oleh salah seorang sahabat Panti (Ibu A) yg meminta Panti untuk membantu mengecek keadaan Sdri. Nana Liana ( Dyah Ayu Maliana) yang seringkali menghubungi Ibu A meminta untuk mengadopsi anaknya dan minta dibantu semua biaya melahirkan. Karena Ibu A memang berniat untuk adopsi anak laki, maka Ibu A minta tolong Panti untuk mengecek kebenaran niat  Sdri. Ayu dan berjanji akan membantu semua biaya apabila kenyataannya benar. Kemudian Panti bertemu Sdri. Ayu dan mengkonfirmasi semua kebenarannya  hingga akhirnya Sdri. Ayu membuat Pernyataan diatas materai dan bahkan disurat tersebut juga menyatakan bahwa Tidak aka nada Tuntutan Apapun Kepada Pihak Manapun. Namun setelah Sdri. Dyah Ayu Maliana yg  melahirkan anak ke-3 nya ini secara Operasi Cessar ( anak 1 & 2 juga dilahirkan Cessar) telah sehat dan di ijinkan pulang, atas permintaan Sdri. Dyah, Panti menjemput ke RS dan mengantar Ibu dan bayi Dyah ke Panti Permata Hati. Di Panti,  Sdri. Dyah sempat beristirahat dan makan siang terlebih dahulu bahkan Panti sempat menawarkan kepada Sdri. Dyah untuk tinggal dan menginap di Panti namun ditolak dengan alasan harus menemani anaknya yang ke 1.  Namun kemudian Sdri.Dyah  berubah pikiran dan malah mengadu ke KPAI atas tuduhan ‘menyembunyikan dan memisahkan dari anaknya’ . Hingga akhirnya pihak KPAI (sdri, Rury berjanji akan mempertemukan kami semua) dan tanpa memberitahukan kami sebelumnya, Pihak KPAI sudah terburu-buru mengajak semua pihak ( DinSos, media, polisi, pengacara, dll)  untuk ‘menggrebeg’ dan membuat dugaan-dugaan dan stigma negative terhadap Panti kami.

Kami sangat menyesalkan pihak KPAI yang telah bertindak terlalu terburu-buru sehingga sangat berpengaruh terhadap  NAMA  BAIK PANTI  dan berpengaruh terhadap anak-anak asuh kami. Sebagian anak-anak asuh kami banyak yg ketakutan dan menangis karena pertanyaan dan perkataan dari teman- teman sekolah dan para tetangga.

Kami banyak mendapat dukungan simpati dari para sahabat , donator dan keluarga besar Panti untuk itu, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya  atas kepercayaan dan dukungannya , dan InsyaAllah kami akan terus berusaha menjaga Amanah ini. Jazakumullah Khairun Katsiron.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hj. Dina Mayasari
Ketua PSAA Permata Hati Bogor

6 thoughts on “Klarifikasi

  1. Leon Abirawa

    sabar aja bu… memang kadang-kadang salah paham seperti itu bisa terjadi… dimaafkan dan dijadikan pelajaran saja bu. thx

    Reply
    1. permatahatibogor Post author

      Terima kasih banyak ya Leon atas perhatian dan simpatinya. InsyaAllah kita semua akan selalu berada dalam lindungan-Nya.

      Reply
  2. eva a

    ass,kpd yth ibu ketua panti..saya ingin sekali mengadopsi salah satu bayi/batita laki2 yg ada dipanti,apakah ada?n pernikahan km belum mencapai 5 th apakah bisa?tp km sudah tidak mngkn mempunyai keturunan.n satu hal lg km tinggl di bali apakah bisa sy membawa pulang ke rumah(bayi/batitanya)yg km adopsi?

    Reply
    1. permatahatibogor Post author

      Walaikumsalam Eva,

      Seandainya ada surat keterangan dokter, setahu kami sudah memenuhi salah satu persyaratan. Untuk informasi persyaratan lainnya dan untuk proses adopsi, Mbak Eva bisa langsung menghubungi Dinas Sosial terdekat.

      Wassalam,

      Reply
  3. eva a

    ass,kepada yth ibu ketua panti..saya ingin sekali mengadopsi salah satu bayi/batita laki2 yg ada dipanti,apakah ada?n pernikahan kami belum mencapai 5 th apakah bisa?tp kami sudah tidak mngkn mempunyai keturunan.n satu hal lg km tinggl di bali apakah bisa membawa pulang ke rumah(bayi/batitanya)yg km adopsi?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s